Renungan dari Workshop Partisipasi Pengelolaan Lingkungan

Selasa Pahing, 28 April 2015 21:45 WIB ∼ 870 Komentar (0)

Foto Berita

Workshop oleh Badan Lingkungan Hidup DIY di kantornya jalan Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta Selasa (28/04), mengundang Camat dan PKK kecamatan perkotaan di DIY. 80 % yang hadir kaum perempuan, karena lebih diyakini kepedulian kaum ini terhadap lingkungan. Disampaikan saat itu, sebuah renungan dari surat yang ditulis tahun 2070 dan diwartakan oleh majalah Cronicas de Los Tiempos, April 2002.

Renungan dari surat tersebut memprediksikan bagaimana keadaan bumi tahun 2070 mendatang. Jumlah penduduk dunia yang semakin banyak sedangkan sumber air yang tetap, mengakibatkan manusia kekurangan air. Dehidrasi menyebabkan manusia berumur 20 tahun saat itu, penampilan wajah dan fisik secara keseluruhan seperti berusia 40 tahun saat ini. Tumbuhan meranggas dan usia harapan hidup menjadi hanya 35 tahun.

Ketersediaan air sangat terbatas dan air menjadi barang yang sangat berharga melebihi emas berlian. Sekarang bisa mandi setengah jam, nantinya membersihkan tubuh hanya dengan handuk dan minyak pembersih. Rambut yang dibanggakan sebagai mahkota kaum hawa, esok harus digundul agar bisa selalu bersih. Tubuh yang kini membutuhkan air 8 gelas per hari, nantinya hanya diperbolehkan setengah gelas saja.  

Gambaran kurang disukai lainnya seperti makanan manusia yang 80 % sintetis, timbul banyak penyakit kanker kulit, gagal ginjal karena kekurangan air dan lahir generasi manusia dengan bentuk fisik yang berbeda jauh. Dikatakan ini semua karena kurang pedulinya masyarakat saat ini, untuk mengelola lingkungan. Gaya penyampaian renungan di atas, dirasa cocok untuk mengkampanyekan/menggugah kepedulian terhadap lingkungan hidup.  

Tiga materi utama yang disampaikan yakni pembangunan dan pengelolaan IPAL komunal rumah tangga, pengelolaan air rumah tangga dan ruang terbuka hijau permukiman. Pemateri pertama memandang bahwa kondisi perkotaan yang semakin padat, membutuhkan kesadaran dan kebersamaan masyarakat untuk mengelola air limbah rumah tangga, agar tetap terjaga kondisi lingkungan yang sehat.

Pemateri kedua Setiawan Rineksa, menekankan kiat berhemat air secara rasional. Krisis air baku akan dihadapi bumi tahun 2030, karena saat itu permintaan air bersih melonjak 40 %. Ketersediaan air di Jawa hanya 1.750 m3 perkapita pertahun pada tahun 2000 dan akan terus menurun hingga 1.200 m3 di tahun 2020, pada hal standar kecukupan minimal 2.000 m3 per kapita per tahun. Menurut Rineksa, hal yang ironis saat ini, memakai air bersih harus membayar, tapi membuang air kotor yang menimbulkan  masalah lingkungan, justru belum terkena biaya.

Sedangkan Jito pemateri ketiga menguraikan tentang apa saja yang dimaksud dengan ruang terbuka hijau (RTH), yang sesuai tipologinya terdiri dari RTH alami dan non alami. Dikatakan bahwa secara ekologis ada 8 fungsi RTH yakni : paru2 kota, pengatur iklim mikro, peneduh, penghasil oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitat satwa, penyerap polutan udara, air dan tanah serta penahan angin dan peredam kebisingan. (pf)



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.

Puskesmas
di Kecamatan Sedayu

Puskesmas Sedayu I

Puskesmas Sedayu I

Panggang, Argomulyo, Sedayu, Bantul
(0274) 7477131

Puskesmas Sedayu II

Puskesmas Sedayu II

Jl. Wates Km 12, Semampir, Argorejo, Sedayu, Bantul
(0274) 7466886

Komando Rayon Militer Sedayu

Koramil / Komando Rayon Militer Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km. 10 Argomulyo, Sedayu

Kepolisian Sektor Sedayu

Polsek / Kepolisian Sektor Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km 10.5 Argomulyo, Sedayu
(0274) 795968

Kantor Urusan Agama Sedayu

KUA / Kantor Urusan Agama Sedayu

Jl. Wates Km. 10 Karanglo, Sedayu, Bantul
(0274) 7499163