Fasilitasi Pengembangan Usaha dan Monitoring Bantuan Pemerintah

Jumat Wage, 15 Mei 2015 19:45 WIB ∼ 998 Komentar (0)

Foto Berita

Kegiatan sesuai  judul di atas, dilakukan oleh dinas Perindagkop Bantul kepada perajinan sangkar burung di desa Argosari, khususnya kepada  perajin dari dusun Gunung Mojo. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 2 hari yakni Senin dan Selasa (11-12/05). Pada hari pertama kegiatan berbentuk ceramah, sedangkan pada hari kedua dalam bentuk studi banding ke sentra sangkar burung Mojosongo Jebres Surakarta.

Ceramah diisi dengan materi : penguatan kelembagaan oleh kepala Disperindagkop, perencanaan pengembangan OVOP oleh BAPPEDA Bantul, peningkatan kualitas produk sangkar burung oleh balai bersar kerajinan dan batik serta pemberdayaan UKM di Kecamatan oleh Ekbang kecamatan Sedayu. Ceramah diikuti dengan cukup antusias oleh 28 peserta yang semuanya merupakan perajin sangkar burung dari dusun Gunung Mojo.

Dalam ceramahnya Ka.Sie Ekbang & LH kecamatan Sedayu menyampaikan beberapa hal penting. Pertama bahwa sebagai satu-satunya sentra sangkat burung di Bantul khususnya, sama sekali belum ada bangunan identitas kerajinan sangkar burung di Argosari yang tersebar di 6 pedukuhan yakni Tapen, Botokan, Gunung Mojo, Jaten, Jurug dan Gayam. Hal ini tentunya mengurangi aspek promosi sentra.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa, permohonan pembangunan showroom sangkar burung yang direstui pemerintah desa, hendaknya dapat dimanfaatkan oleh seluruh perajin sangkar burung di desa Argosari yang berjumlah 118 perajin, sebagai media promosi. Ketiga, agar langsung dapat dikenali oleh masyarakat luas, hendaknya setiap dusun penghasil sangkar burung, dapat mengusahakan gapura masuk dusun yang punya ciri sangkar burung.

Pada hari kedua kegiatan fasilitasi pengembangan usaha dan monitoring bantuan pemerintah oleh Disperindagkop, para perajin diajak meninjau langsung kegiatan prajin sangkar burung di dusun Mojosongo Jebres Surakarta. Sebelum ke Mojosongo, rombongan dari Bantul diterima oleh dinas Koperasi dan UKM Surakarta di kantornya. Setelah itu, untuk menuju dusun Mojosongo, rombangan dari Bantul diantar petugas dari dinas setempat.

Ada hal yang cukup kontras dari prospek perajin di dua lokasi. Di Mojosongo harga terrendah sangkar burung Rp. 350 rb dan tertinggi Rp 5 – 7 juta, sedangkan di Gunung Mojo terrendah Rp. 20 rb, tertinggi Rp. 250 rb. Pangsa pasar juga berbeda, dimana perajin di Mojosongo banyak berorientasi ke Bali sebagai salah satu pusat wisata sehingga orientasi desain dan harga juga beda. Perajin Mojosongo tidak terlalu tergesa untuk menjual, sedangkan perajin Gunung Mojo lebih berorientasi tingginya omzet penjualan keseharian.

Hal yang sangat menyolok dari aspek harga, banyak dipengaruhi dari bahan yang digunakan, asesoris pada sangkar dan desain sangkar yang sangat variatif. Sangkar yang mahal di Mojosongo karena ada yang menggunakan jeruji sangkar dari kawat, asesoris lukisan yang indah dan sangat rumit dengan warna-warni cat yang menawan serta menggunakan pengait sangkar berbahan stenlis. (pf)



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.

Puskesmas
di Kapanewon Sedayu

Puskesmas Sedayu I

Puskesmas Sedayu I

Panggang, Argomulyo, Sedayu, Bantul
(0274) 7477131

Puskesmas Sedayu II

Puskesmas Sedayu II

Jl. Wates Km 12, Semampir, Argorejo, Sedayu, Bantul
(0274) 7466886

Komando Rayon Militer Sedayu

Koramil / Komando Rayon Militer Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km. 10 Argomulyo, Sedayu

Kepolisian Sektor Sedayu

Polsek / Kepolisian Sektor Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km 10.5 Argomulyo, Sedayu
(0274) 795968

Kantor Urusan Agama Sedayu

KUA / Kantor Urusan Agama Sedayu

Jl. Wates Km. 10 Karanglo, Sedayu, Bantul
(0274) 7499163