SENI KHADISISWO SUNGAPAN DUKUH

Kamis Pon, 27 Juni 2019 12:36 WIB ∼ 111 Komentar (0)

Foto Berita
SENI TRADISI DAN RELIGI KHADISSISWA Kesenian Khadissiswa adalah salah satu jenis tari rakyat di kabupate Bantul yaitu Slawatan. Slawatan berasal dari bahasa Arab Sholawat. Dengan bentuk jamak yaitu sholat yang mempunyai pengertian doa dan memberi berkah. Kesenian Khadissiswa awal mulanya berkembang di daerah Mendut, Borobudur, Jawa Tengah, kesenian tersebuat kemudian dipelajari oleh Bapak Sastro Sumarto selanjutnya dikembangkan di dusun Dingkikan Desa Argodadi dengan nama Salissiswa, sebelum menjadi kesinian Salissiswa telah berkembang terlebih dulu di dusun Sonoboyo, Sleman dengan nama Kubrosiswa, kesenian tersebut sampai di Dingkikan dibawah oleh Bapak Mohammad Irsal (mantan kepala KUA Sedayu), selanjutnya Bapak Mohammad Irsal dan Bapak Sastro Sumarto berlatih bersama-sama dengan warga masyarakat Dingkikan akhirnya kesenian itu diberi nama Salissiswa dan di resmikan tahun 1964. Berdirinya Khadissiswa dilatarbelakangi oleh meletusnya gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan gerakan G-30 September , yang menimbulkan permusuhan dan hasutan yang tidak baik ditengah masyarakat. Sehubungan dengan peristiwa tersebut maka tokoh Agama Sungapan Dukuh Kyai Sidullah Sirat bergerak hatinya untuk menyatukan kembali warga masyarakat dengan diadakannya kegiatan yang bermanfaat bertujuan 96 menyatukan kembali umat dengan tidak mengikuti kegiatan politik PKI. Selanjutnya Kyai Sidullah Sirat, dan pada saat itu dilatih Salissiswa oleh Bapak Sumarjiyo pelatih Salissiswa dari Dingkikan. Keberadaan Khadissiswa ditengah-tengah masyarakat Sungapan Dukuh telah mendapatkan tempat terhormat di hati para pendukungnya dimulai 1965 sampai sekarang, terbukti bahwa Khadissiswa setiap kali pentas selalu dinantikan oleh masyarakat. Maka keberadaan Khadissiswa mendapat dukungan /pembinaan baik dari LPMD maupun pemerintah Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu dan pemerintah Kabupaten Bantul. Dalam perkembangan Khadissiswa telah mengalami berbagai kemajuaan baik dibidang pengolahan gerak/tari, bidang tata busana, bidang music, dll. Sampai saat ini Khadissiswa telah banyak meraih kejuaraan baik tingkat nasioanl maupun daerah. Tahun 1997 mendapat penghargaan dalam bidang syair terbaik seni tradisional dari Beteng Vredenberg Yogyakarta. Adapun gerak tari pada Khadissiswa dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : Penari Setrat Penari Rodat Penari Komidi (Akrobatik) Aba aba yang ada yaitu : a. Dirnanas stab = siap b. Lain berdiams satab = lancing depan c. Life = lepas kembali sikap siap d. Midew = istirahat 97 e. Penaris Strik stab = hadap kanan-hadap kiri f. Innogill = letakan g. Lamotok = ambil h. Holodae = penghormatan i. Hedmit = serong kanan dan kiri Khadissiswa beranggotakan 50 orang, terdiri dari penari, wiyaga, komandan dan pengurus. Adapun pengurus Khadissiswa terdiri dari: 1. Pelindung 1. H. Setyo Pranyoto, S.Sos 2. Sumadi (Kepalah Dukuh Sungapan Dukuh) 2. Ketua 1. Parmudi 2. Rusmanto 3. Sekretaris : Gunaryo,S.Pd 4. Bendahara : Ngadimin


Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.

Puskesmas
di Kecamatan Sedayu

Puskesmas Sedayu I

Puskesmas Sedayu I

Panggang, Argomulyo, Sedayu, Bantul
(0274) 7477131

Puskesmas Sedayu II

Puskesmas Sedayu II

Jl. Wates Km 12, Semampir, Argorejo, Sedayu, Bantul
(0274) 7466886

Komando Rayon Militer Sedayu

Koramil / Komando Rayon Militer Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km. 10 Argomulyo, Sedayu

Kepolisian Sektor Sedayu

Polsek / Kepolisian Sektor Sedayu

Jl. Yogya - Wates Km 10.5 Argomulyo, Sedayu
(0274) 795968

Kantor Urusan Agama Sedayu

KUA / Kantor Urusan Agama Sedayu

Jl. Wates Km. 10 Karanglo, Sedayu, Bantul
(0274) 7499163