SARASEHEN KOLABORASI LINTAS SEKTOR KAPANEWON SEDAYU MENUJU MASYARAKAT SEDAYU SIAP KELOLA LINGKUNGAN

 

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ke -18 tanggal 21 Februari 2023, Kapanewon Sedayu bersama Puskesmas Sedayu 1 dan 2 menyelenggarakan Sarasehan dengan Tema Kolaborasi Lintas Sektor Kapanewon Sedayu Menuju Masyarakat Sedayu Siap Kelola Lingkungan dalam rangka menwujudkan Bantul bersih Sampah 2025 di Aula Kapanewon Sedayu, Senin, 27 Februari 2023 jam 09.00 wib. https://maps.app.goo.gl/LSEJx1ehssAdufnDA?g_st=iw

Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan Pengukuhan Bunda Sanitasi Kalurahan Argorejo, menyusul 2 Kalurahan Argomulyo dan Argosari yang sudah dikukuhkan lebih dulu pada bulan Januari 2023. Sehingga hanya tinggal Kalurahan Argodadi yang belum dikukuhkan. Dan direncanakan nanti di bulan Mei pengukuhan Bunda Sanitasi Argodadi.

Acara ini merupakan kerja sama dari semua lintas sektor di Kapanewon Sedayu 
Kegiatan juga didukung oleh DLH Bantul, HAKLI Bantul dan CSR Pertamina FT Rewulu

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) adalah hari nasional yang diperingati pada setiap tanggal 21 Februari, dalam rangka untuk mewujudkan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah yang dihasilkan setiap tahunnya.
Untuk tahun ini HPSN mengangkat tema ‘Tuntas Kelola Sampah Untuk Kesejahteraan Masyarakat’ yang diharapkan masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan dan terus melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Bunda Sanitasi adalah Ketua TP PKK Kalurahan yang memiliki tugas untuk mengedukasi, mendampingi pengurus dan anggota PKK dalam upaya meningkatkan penerapan 5 pilar stbm. Khususnya pilar 4 yaitu pengamanan sampah rumah tangga.
Tugas beliau dilapangan berupa penyuluhan dan pendampingan tentang dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, upaya pilah sampah di rumah tangga, pengolahan sampah organik(kompos atau pakan ternak) dan pilah sampah anorganik untuk dibawa ke bank sampah/Sedekah sampah.
Kolaborasi lintas sektor Kapanewon Sedayu menuju masyarakat Sedayu siap kelola lingkungan artinya bahwa sampah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, swasta dan masyarakat. 
Pendidikan pilah sampah harus dimulai sedini mungkin, TK SD SMP, setelah disekolah diajarkan tentang pengelolaan sampah, langkah selanjutnya harus didukung oleh orang tua wali murid dengan cara menyediakan tempat sampah terpilah di rumah siswa masing-masing. 
Maka komite sekolah diminta berperan dalam upaya penyampaian informasi kepada semua orang tua wali murid.

Puskesmas Sedayu 1 dengan adanya sekolah sampah maka orang tua peserta sekolah sampah akan dievaluasi praktek pilah sampah di rumah dengan google form.
Puskesmas Sedayu II secara Masiv mengkampanyekan 5 Pilar STBM dalam setiap kegiatan Integrasi Germas, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, dimana selalu mengajak masyarakat sasaran untuk melakukan Pikar 2 CTPS dan Pilar 4 Kelola Sampah dimana di dalamnya termasuj gerakan Pilah Sampah. Sasaran di Masyarakat umum, Sekolahan, Posyandu, kelompok olahraga dll.

Harapannya dengan kesadaran tersebut antara orang tua dan siswa, maka nasabah bank sampah atau sedekah sampah di Kapanewon Sedayu akan meningkat. Seiring hal tersebut akan mengurangi warga yang bakar sampah, meningkatkan pendapatan warga/nasabah bank sampah.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikatoroutcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

5 Pilar STBM antara lain :
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan,
2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), 
3. Pengamanan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM RT), 
4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PS-RT) dan 
5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT)